Apa yang kita cari diinternet ? pasti ilmu pengetahuan selain itu pasti DUIT........ok

Kamis, 21 Mei 2009

Tifatul: Kalau PKS 'Melepas' Justru Akan Bahaya


PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator
Jumat, 15 Mei 2009 15:20

Sebelum deklarasi, pasangan capres-cawapres SBY-Boediono bertemu dengan petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Pertemuan yang dilakukan hampir dua jam itu berlangsung alot.

Mereka yang hadir dalam pertemuan di detik terakhir adalah Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminudin, Presiden PKS, Tifatul Sembiring, dan Sekretaris Jenderal, Anis Matta. Mereka menemui SBY dan Boediono di Hotel Sheraton, Bandung, Jawa Barat, Jumat, 15 Mei 2009.

Pertemuan itu berlangsung sesaat sebelum deklarasi di Sasana Budaya Ganesha, Institut Teknologi Bandung, digelar. Pembahasan apa yang dibicarakan antara PKS dengan Demokrat. Menurut Tifatul, karena masih ada persoalan-persoalan bangsa terutama di bidang ekonomi yang harus dihadapi.

Tifatul mengutip pernyataan SBY yang sangat yakin bahwa, Boediono dapat menyelesaikan krisis ekonomi yang belum berakhir. Maka itu, lanjut Tifatul, SBY membutuhkan orang yang mendampingi sesuai bidangnya.

Mengapa pembahasan begitu alot? "Mengenai mahzab (aliran) ekonomi Boediono. Bahwa beliau (SBY) mengatakan, Undang-Undang mengenai sukuk dan syariah justru lahir pada masa Boediono. Karena itu, kami akan mengawal itu dan pks ada di dalam situ," kata Tifatul usai deklarasi SBY-Boediono.

Tifatul menambahkan, kalau PKS 'melepas' justru akan bahaya. Maka itu, PKS mengawal program syariah yang akan dilanjutkan dalam periode berikutnya. Tetapi secara pribadi, PKS tidak ada masalah dengan sosok Boediono.

Apa dibicarakan juga soal pembagian kekuasaan? Tifatul menjawab, "Tidak ada itu. Kami hanya butuh jawaban yang rasional, yang akan kami jelaskan kepada umat dan konstituen kita."

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda