Kubu JK Ingatkan Akbar Tandjung
| | |
| Sabtu, 25 April 2009 JAKARTA - Kubu Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla, tampaknya, tersengat oleh manuver sejumlah pimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II yang mengadakan rapat tandingan di luar rapat pimpinan nasional khusus (rapimnasus). Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang memihak kubu JK menganggap, aksi sejumlah pengurus DPD II itu sia-sia. Ketua DPP Partai Golkar Burhanuddin Napitupulu alias Burnap mengatakan, pertemuan tersebut tidak akan menghasilkan apa-apa. Apalagi, target mereka adalah mengegolkan Akbar Tandjung sebagai cawapres pendamping Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). “SBY kan sudah jawab, ah jangan dong, masak saya ambil yang tanpa melalui proses demokrasi di suatu partai. Jadi, itu (pencalonan Akbar, Red), menurut saya, kerja sia-sia,” kata Burnap di gedung DPR kemarin (24/4). Akbar memang sedang berkonsolidasi. Pada saat rapimnasus yang diikuti fungsionaris DPP dan DPD I Partai Golkar Kamis (23/4), Akbar mengadakan rapat tandingan di Hotel Aryaduta. Rapat itu diikuti sebagian besar ketua DPD II Partai Golkar. Mereka menyerukan agar Akbar segera merapat ke SBY sekaligus menyimpulkan Golkar gagal dalam pemilu legislatif lalu. Bahkan, sejumlah ketua DPD meminta JK mundur dari kursi ketua umum. Burnap menambahkan, pertemuan tersebut bisa dikategorikan melanggar ketentuan partai yang memutuskan untuk menyerahkan keputusan resmi pencalonan kepada JK. Upaya Akbar menggalang dukungan itu bisa membuat dia dipecat dari keanggotaan partai. Apalagi, kader-kader yang diundang Akbar tersebut adalah pejabat resmi partai. “Kalau saya dulu masih dalam proses ke sana saja sudah dipecat. Tapi, sekarang (Akbar, Red) mengundang resmi orang-orang partai. Kami berpikir jangan pecat deh. Tapi, Bang Akbar, kembalilah ke jalan yang benar,” ujarnya. Pada 2004, Burnap memang termasuk 14 kader Golkar yang dipecat dari keanggotaan partai. Itu disebabkan mereka mendukung duet SBY-JK. Saat itu DPP Partai Golkar pimpinan Akbar Tandjung secara resmi mendukung PDI Perjuangan yang mengusung duet Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi. (aga/agm/jpnn) |


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda